Pemprov Papua Barat Raih Predikat WTP 

Manokwari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018.

Predikat ini dipertahankan selama 5 tahun berturut-turut dimana selain Pemprov PB ada 6 kabupaten lainnya juga yang mendapat predikat WTP, yakni Kabupaten Kaimana, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, dan Teluk Bintuni.

Selain predikat WTP, Moment HUT Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua Barat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni, Maybrat, Teluk Wondama dan Fakfak juga mendapat piagam penghargaan yang diterima langsung oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan didampingi Plt Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Papua Barat, Paulina Latupeirissa.

Menurut Paulina, penghargaan atas capaian opini WTP bukan merupakan akhir dari tugas pemerintahan, tapi pengelolaan keuangan dan tanggung jawab sebagai masukan atau feedbackbagi perencanaan dan penganggaran selanjutnya.

Pemerintah daerah wajib menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kepada BPK, sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, tentang Perbendaharaan Negara. Opini WTP diberikan dengan kriteria sistem pengendalian internal instansi dan tidak ditemukan kesalahan laporan keuangan sesuai SAP.

Pada rangkaian acara HUT Provinsi Papua Barat ke-20 ini juga Gubernur menyerahkan penghargaan satya lencana karya satya kepada 9 aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Papua Barat..

Penerima tanda kehormatan satya lencana karya satya 30 tahun yaitu, Johny Rumbruren (Pembina Utama Madya/Staf Setda Papua Barat), Orpa Kodey (Pembina/Staf BPKAD Provinsi Papua Barat), dan Rembang Daniel. F (Pensiunan PNS Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Barat).

Sedangkan untuk penerima satya lencana karya satya 20 tahun, yakni Suardi Thama (Pembina TK. I/Sekretaris BPKAD Provinsi Papua Barat), Markus Auparay (Pembina/Kabid Promosi Penanaman Modal pada DPMPTSP Papua Barat), dan George Welem Yomaki (Penata TK. I/Kasie Pelestarian Kesenian pada Dinas Parawisata Papua Barat).

Untuk penerima tanda kehormatan satya lencana karya satya 10 tahun, yakni Agustinus Abisay (Pembina/Kabid Pembianaan Perundang-undangan dan Kesejahteraan Pegawai pada BKD Papua Barat), Amanda Kambuaya (Pembina/Kabag Perundang-undangan pada Sekwa Papua Barat), dan Agustina Adolfina Rumadas (Pengatur Muda/Staf Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat).

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengatakan, ekonomi Papua Barat saat ini mengalami peningkatan, namun masih banyak tugas utama yang perlu diselesaikan demi menjamin kesejahteraan, kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.

Ia menjelaskan, sesuai data pertumbuhan ekonomi Papua Barat selama 20 tahun telah meroket mencapai 6,24 persen pada tahun 2018, disisi lain tingkat pengangguran selama kurung waktu lima tahun terakhir bergerak turun, angka pengangguran tertinggi terjadi tahun 2017 dengan tingkat pengangguran sebesar 7,52 persen.

Ia berharap kemajuan ini perlu ditopang oleh seluruh pihak melalui peningkatan pengembangan komoditas unggulan daerah dan sektor pariwisata hulu ke hilir, peningkatan infrastruktur dasar, teknologi informasi dan komunikasi.

HUT Provinsi Papua Barat ini juga diwarnai dengan pelepasan balon gas serta pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Gubernur Papua barat didampingi Ny. Juliana Mandacan, Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan dan Ketua PKK Papua Barat Sulastri Mandacan. (*****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *