Gubernur Papua Barat “Doa Umat Percaya Dapat Patahkan Ancaman Covid-19 Di Tanah Papua”

Manokwari – Berkaitan dengan Masuknya Injil di Pulau Mansinam oleh Misionaris Ottow dan Geisler Tahun 1855 maka saat ini Status Tanah Papua adalah Tanah Berkat dan Tanah Perjanjinan.

Oleh sebab itu ancaman Covid-19 (Virus Corona) yang saat ini menjadi ancaman serius bagi umat manusia dapat dipatahkan melalui peningkatkan keimanan dan taqwa melalui doa dari seluruh denominasi umat agama.

Demikian disampaikan Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan Sabtu (28/03/2020) pada sambutannya saat melakukan pemakuan seng pembangunan Gereja Pentakosta di Indonesia Jemaat Horeb Kampung Sidey Jaya, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari – Papua Barat.

Dominggus Mandacan juga menegaskan kepada seluruh warga jemaat untuk mematuhi intruksi Pemerintah Pusat dalam hal ini Maklumat Kapolri serta Intruksi Gubernur Provinsi Papua Barat tentang Physical Distancing (Jarak Fisik), yang mana pada Tanggal 16 Maret 2020 lalu terkait Siaga Darurat Bencana Non Alam dan memperhatikan telah adanya kasus Covid-19 di Papua Barat yang kini statusnya telah ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat tertanggal 27 Maret 2020.

Mandacan menjelaskan, status ini dinaikan atas dasar 18 spesimen darah yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pusat telah mendapat respon balik kepada Tim Satgas Covid-19 Papua Barat, dimana 5 spesimen darah berdasarkan hasil Laboratorium yakni : 3 orang Negatif Covid-19 dan 2 Orang Positif Covid-19 dimana 1 kasus positif Corona saat ini telah meninggal dunia di Kota Sorong.

Terkait penyebaran Covid-19 yang saat ini sudah mulai mewabah di Provinsi Papua Barat, Gubernur juga menghimbau kepada seluruh warga jemaat untuk tidak panik dan merasa takut, karena kalau kita panik akan mempengaruhi system daya tahan tubuh manusia.

“Kita harus banyak berdoa dan minta Pengampunan dari Tuhan. Rasa panik dan ketakutan seseorang akan mempermudah Virus Covid-19 masuk kedalam tubuh manusia,” ujar Gubernur.

Sesuai intruksi Gubernur Tanggal 27 Maret 2020 Dominggus Mandacan berharap kepada seluruh denominasi agama dan juga masyarakat di Provinsi Papua Barat untuk tidak melakukan aktifitas keluar daerah hingga tanggal 09 Maret 2020 mendatang.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pelayanan Indonesia bahwa selama 14 hari kedepan Kapal Penumpang dari luar wilayah Papua Barat untuk sementara tidak diperbolehkan untuk masuk ke wilayah Papua Barat, kecuali Kapal Kargo. Selain itu pelarangan kedatangan penumpang atau orang antar Kabupaten dan Kota Se-Papua Barat.

“Pemprov Papua Barat tidak melakukan Lockdown Penerbangan keluar Wilayah Papua Barat, karena kita masih butuh Pemerintah Pusat. Hal ini berkaitan dengan obat-obatan, tenaga medis maupun sampel darah yang membutuhkan waktu cepat untuk proses pengiriman. Siapa pun yang hendak ke Papua Barat wajib menunjukan KTP Papua Barat, Kalau tidak miliki KTP Papua Barat secara otomatis akan diblokir pihak Otoritas Bandara”, Tegas Dominggus Mandacan.

Pada kesempatan itu pula Gubernur menghimbau kepada seluruh masyarakat di Papua Barat untuk mematuhi aturan kesehatan, dalam hal ini selalu mencuci tangan dengan sabun, hindari keramaian serta menetap didalam rumah, kecuali ada urusan mendesak.

“Pemperov Papua Barat beberapa waktu lalu juga telah keluarkan intruksi kepada seluruh ASN untuk melakukan pelayanan pemerintahan dirumah,” ungkap Gubernur.

Sesuai Pantauan, usai melakukan sambutan Gubernur Papua Barat yang  didampingi Gembala Jemaat melakukan pemakuan seng pembangunan Gereja Pentakosta di Indonesia Jemaat Horeb Kampung Sidey Jaya, Distrik Sidey Kabupaten Manokwari. (*****)

Galery Foto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *